Nuansa Petak Sawah Jati Luwih

Published Februari 24, 2010 by chadekayu

Jati Luwih adalah nama salah satu objek wisata yang berada di Bali, tepatnya berada di kabupaten yang terkenal dengan sebutan lumbung berasnya Bali. Jati Luwih menyajikan panorama alam yang begitu indah dan menakjubkan pagi para wisatawan yang emilihnya sebagai salah satu tujuan perjalanannya di Bali. Jika anda ingin mengunjungi jati luwih jarak yang harus anda tempuh kira-kira 48 Km dari Denpasar atau kira-kira 28 Km dari kota Tabanan. Dengan kondisi jalan yang dapat dengan mudah dilalui oleh kendaraan pribadi maupun umum. Jika anda masuk dari arah timu anda akan melewati Desa Pacung. Dan jika anda masuk dari arah barat anda akan melewati Pura Batukaru. Pemandanggan areal persawahan dengan petak-petak tanah sawahnya yand begitu menpesona hati setiap pengunjung di sajikan disini lengkap dengan pemandangan gunung Watukaru yang masih menghijau yang kadang-kadang diselimuti awan yang begitu menyejukkan hati. Maka tidaklah heran jika banyak wisatawan baik yang domestic atau pun internasional yang  mengunjungi tempat ini.

Jati luwih adalah salah satu tempat di Bali yang menyediakanpemandangan alamnya, seperti makna dari namanya Jati Luwih. Dimana nama ini berasal dari dua suku kata Jati  dan Luwih yang mana arti kata jati adalah sungguh-sungguh dan luwih adalah keindahan, bagus. Jenis padi yang ditanam di tempat ini adalah padi unggulan dengan ukuran yang paling besar jika dibandingkan dengan jenis-jenis  padi unggul yang ditanam didaerah lain oleh petani-petani. Di samping itu JAti Luwih juga terkenal denga sistempertanian organiknya yang memang berkaitan dengan letak dari Jati luwih itu sendiri yaitu di dataran tinggi yang memang cocok sebagai tempat pengembangan pertanian.

Jati Luwih terletak di daerah yang di kelilingi oleh hawa yang sejuk  karena lokasi ini berada pada ketinggian 700 meter diatas permukaan laut. Disamping dilihat dari potensi alan yang menang dimiliki oleh Jati Luwih, potensi lainnya yang dimiliki oleh tempat yang sejuk ini adalah potensi budayanya. Khususnya sejarah dari Pura Petali yang masih memiliki hubungan Raja Ida DalemWaturenggong yang merupakan raja dari  Kerajaan Gelgel(1460-1552).

Jati Luwih adalah salah satu banyak hal yang juga menarik hati para penjajah Belanda di Bali karena keindahan alammya sampai sekarang pun masih. Pemerintah Indonesia sendiri telah menyetujui Jati Luwih sebagai salah satu desa tujuan wisata. Keunikan lainnya dari Jati Luwih yang bisa dinikmati adalah dalam bidang upacara keagamaan yang terkenal dengan sebutan Petirtaan di pura Petali yang diselenggaraka setiap Rabu Kliwon Wuku Ugu (berdasarkan Kalender Bali). Penduduk sekitar memiliki kepercayaan jika Pura Petali adalah tempat untuk memuja Tuhan dalam manifestasinya sebagai dewi kesuburan.

Fasilitas yang dapat dinikmati oleh pengunjung di tempat ini adala areal parker yang luas, toilet, tempat melepas penat diperjalanan seperti wantilan atau Bale. Beberapa restoran juga telah di bangun disini. Jati tidaklah salah jika Jati luwih masuk dalam Agenda perjalanan anda,dan nikmatilah pemandangannya yang akan menyejukkan hati anda.


3 comments on “Nuansa Petak Sawah Jati Luwih

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: